Syahrul Trisna: Penjaga Gawang PSIS Semarang yang Menginspirasi

Bagikan

Syahrul Trisna adalah seorang penjaga gawang yang saat ini membela tim, PSIS Semarang, yang lahir pada 26 November 1995.

Syahrul Trisna: Penjaga Gawang PSIS Semarang yang Menginspirasi

Ia memiliki tinggi 185 cm dan berat 74 kg. Artikel ini akan membahas profil, karir, dan inspirasi dari Syahrul Trisna sebagai penjaga gawang PSIS Semarang. Berikut ini, kami akan memberikan informasi menarik lainnya dari pembahasan mengenai profil pemain Indonesia dan berbagi prestasinya, anda bisa kunjungi link berikut .

tebak skor hadiah pulsa

Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!

Profil dari Syahrul Trisna

Syahrul Trisna Fadillah lahir di Sleman, Indonesia, pada tanggal 26 November 1995. Ia adalah seorang pesepakbola profesional yang berposisi sebagai penjaga gawang. Saat ini, Syahrul Trisna bermain untuk klub Liga 1, PSIS Semarang. Selain itu, ia juga dikenal dengan nomor punggung 26 yang melekat di jerseynya. Selain aktif sebagai pemain sepak bola, Syahrul Trisna juga merupakan seorang anggota militer dengan pangkat sersan dua.

Kombinasi antara karir profesional di lapangan hijau dan pengabdiannya sebagai anggota TNI menunjukkan dedikasi dan disiplin yang tinggi. Hal ini menjadikan Syahrul Trisna sebagai sosok yang inspiratif, tidak hanya bagi para penggemar sepak bola, tetapi juga bagi generasi muda yang ingin meraih kesuksesan di berbagai bidang.

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Karir Sepak Bola yang Gemilang

Karir Sepak Bola yang Gemilang

Syahrul Trisna memulai karir sepak bolanya di Sekolah Sepak Bola (SSB) AMTRI di kampung halamannya, Beran, Tridadi, Sleman. Kemudian, ia memperkuat klub amatir PSST Tridadi dalam kompetisi lokal di Sleman. Pada tahun 2011-2014, Syahrul menjadi siswa Diklat Salatiga dan sempat memperkuat Persab Brebes (2013) dan Persera Seruyan (2014) di Divisi 3 Liga Indonesia.

Awal karir profesionalnya dimulai setelah memperkuat tim PON DIY pada tahun 2016. Ia kemudian dikontrak PSS Sleman dalam turnamen ISC B. Di tengah kompetisi, Syahrul mengikuti seleksi sebagai anggota TNI dan direkrut PS TNI U-21 dalam Kompetisi ISC U-21. Bersama PS TNI U-21, Syahrul menjadi kapten tim dan berhasil meraih juara. Ia menjadi kiper utama PSS Sleman dalam kompetisi Liga 2 tahun 2017.

Pada tahun 2018-2024, Syahrul bermain untuk Persikabo 1973 dengan mencatatkan 60 penampilan. Sejak 2024, ia bergabung dengan PSIS Semarang dan telah tampil dalam 6 pertandingan. Syahrul juga mencatatkan 8 penampilan bersama Timnas Indonesia sejak 2021.

Baca Juga: Aksi Memukau Timnas Indonesia Garuda di 2025

Gaya Bermain dan Kontribusi

Syahrul Trisna dikenal sebagai kiper yang tangguh dengan refleks luar biasa. Kemampuannya membaca arah bola dan melakukan penyelamatan gemilang menjadi ciri khasnya. Ia tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan dalam mengantisipasi serangan lawan. Keberaniannya dalam mengambil keputusan di bawah mistar gawang memberikan rasa aman bagi lini belakang timnya.

Kontribusi Syahrul Trisna bagi tim yang dibelanya sangat signifikan. Kehadirannya di bawah mistar gawang tidak hanya memberikan rasa aman bagi lini pertahanan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri seluruh tim. Ia menjadi sosok yang disegani oleh para penyerang lawan karena sulitnya menembus pertahanannya.

Penyelamatan-penyelamatan gemilangnya mampu menjaga gawang timnya dari kebobolan dan memberikan poin penting dalam setiap pertandingan. Selain kemampuan individu yang mumpuni, Syahrul Trisna juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan para pemain belakang.

Ia mampu mengorganisir lini pertahanan dan memberikan instruksi yang jelas kepada rekan-rekannya. Hal ini membuat lini pertahanan tim menjadi lebih solid dan sulit ditembus oleh serangan lawan. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada penyelamatan di bawah mistar gawang, tetapi juga dalam membangun kerjasama tim yang solid.

Kesimpulan

Syahrul Trisna adalah penjaga gawang PSIS Semarang yang berprestasi dan menginspirasi. Dengan kemampuan dan dedikasinya, ia terus memberikan kontribusi positif bagi tim yang dibelanya dan menjadi contoh bagi para pemain muda Indonesia di tahun 2025 ini.