Dick Advocaat mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Curacao karena masalah kesehatan putrinya, meski sebelumnya berhasil membawa negara kecil ini lolos ke Piala Dunia. Keputusan ini diambil demi keluarga, yang menurut Advocaat lebih penting daripada karier profesional.

“Saya selalu mengatakan bahwa keluarga lebih penting daripada sepak bola. Oleh karena itu, keputusan ini wajar,” ujar Advocaat. Ia menambahkan bahwa ia akan sangat merindukan pengalaman bekerja bersama para pemain, staf, dan komunitas sepak bola Curacao.
Kepemimpinan Advocaat membawa negara berpenduduk hanya 156.115 orang ini ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Pencapaian tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam karier sang pelatih veteran asal Belanda berusia 78 tahun itu.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Reaksi Asosiasi Sepak Bola Curacao
Asosiasi Sepak Bola Curacao menghormati keputusan Advocaat dan mengapresiasi jasa-jasanya bagi tim nasional. Ketua asosiasi, Gilbert Martina, menegaskan bahwa keberhasilan Advocaat mencetak sejarah akan selalu diingat dan dihargai oleh masyarakat dan pemain.
Selain Advocaat, asisten pelatih utama Cor Pot dan dokter tim, Casper van Eyck, juga mengundurkan diri sebagai bentuk dukungan. Namun, staf lain tetap bertahan untuk memastikan transisi pelatih berjalan lancar.
Keputusan ini menandai babak baru bagi Curacao menjelang turnamen internasional terbesar mereka, dengan harapan agar tim tetap fokus meski kehilangan sosok pelatih yang sangat berpengalaman.
Baca Juga: Ryan Alebiosu: Perjalanan Blackburn Rovers dan Debut Internasional yang Penuh Tantangan
Fred Rutten Ditunjuk Sebagai Pengganti

Sebagai pengganti Advocaat, Fred Rutten ditunjuk untuk memimpin tim nasional. Rutten, yang menghabiskan karier bermainnya di FC Twente, memiliki pengalaman manajerial di klub-klub besar Eropa seperti Schalke, PSV Eindhoven, Vitesse, Feyenoord, dan Anderlecht.
Rutten akan mewarisi skuad yang mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang lolos ke Piala Dunia. Tantangan utamanya adalah mempertahankan performa tim sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi lawan-lawannya di turnamen global.
Pengalamannya yang luas di level klub dan kemampuan mengelola tim multinasional diharapkan dapat memberikan stabilitas dan motivasi bagi para pemain.
Skuad Curacao dan Harapan di Piala Dunia
Curacao memiliki beberapa pemain berpengalaman di kompetisi Eropa. Juninho Bacuna, mantan pemain Rangers dan Birmingham City, bersama saudaranya Leandro Bacuna, mantan pemain Aston Villa, menjadi tulang punggung tim. Selain itu, Jordi Paulina dari Fortuna Dusseldorf dan Tahith Chong dari Sheffield United juga menjadi bagian skuad.
Meskipun negara ini lebih kecil dari Pulau Man dan menjadi negara otonom sejak 2010, tim nasional berhasil membuktikan bahwa ukuran tidak menentukan kemampuan di kancah internasional.
Bahasa yang digunakan para pemain dan staf termasuk Belanda, Inggris, dan Papiamento, menunjukkan keberagaman budaya tim. Dengan Rutten di pucuk kepemimpinan, Curacao siap menghadapi tantangan besar di panggung dunia, mempertahankan semangat yang telah membawa mereka mencetak sejarah. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballfixedtips.com.
