Cremonese tengah berada dalam periode sulit di Serie A musim 2025/2026. Tim berjuluk I Grigiorossi itu sudah delapan pertandingan beruntun gagal meraih kemenangan. Situasi ini membuat posisi mereka di klasemen mulai terasa rawan, meski kompetisi masih menyisakan banyak laga.

Terakhir kali Cremonese merasakan kemenangan adalah saat menundukkan Lecce dengan skor 2-0 pada awal Januari 2025. Sejak saat itu, hasil negatif terus berdatangan, mulai dari kekalahan hingga hasil imbang yang membuat poin mereka berjalan sangat lambat.
Di tengah kondisi tersebut, Emil Audero menjadi salah satu figur yang paling disorot. Kiper Timnas Indonesia itu terus dipercaya mengawal gawang Cremonese dan diharapkan mampu menjadi benteng terakhir sekaligus pemimpin di lini belakang saat tim berada dalam tekanan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Rentetan Hasil Minor yang Menggerus Kepercayaan Diri
Dalam delapan laga terakhir, performa Cremonese benar-benar menurun. Mereka hanya mampu mencetak dua gol, sementara gawang mereka kebobolan hingga 12 kali. Statistik ini menunjukkan masalah serius, baik di lini depan maupun pertahanan.
Kekalahan telak 0-5 dari Juventus menjadi salah satu titik terendah musim ini. Selain itu, kegagalan memanfaatkan peluang saat menghadapi tim-tim seperti Lazio, Cagliari, dan Hellas Verona membuat Cremonese kehilangan banyak poin penting.
Kondisi ini perlahan memengaruhi mental tim. Kepercayaan diri pemain terlihat menurun, terutama ketika harus menghadapi lawan dengan kualitas di atas mereka. Meski demikian, staf pelatih terus berusaha menjaga fokus agar tren negatif ini tidak berlarut-larut.
Baca Juga: Brahim Diaz Selangkah Lagi Raih Sepatu Emas Piala Afrika 2025
Posisi Klasemen Masih Bisa Diselamatkan

Meski hasilnya kurang memuaskan, posisi Cremonese belum sepenuhnya kritis. Mereka saat ini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin. Jarak enam poin dari zona degradasi menjadi pengingat bahwa setiap pertandingan ke depan sangat krusial.
Serie A musim ini telah memasuki pekan ke-22, artinya masih tersisa 16 pertandingan yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki posisi. Dengan manajemen poin yang tepat, peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia masih terbuka lebar.
Pelatih Davide Nicola menekankan pentingnya konsistensi dan kerja kolektif. Ia percaya bahwa performa tim tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas sebenarnya, dan satu kemenangan bisa menjadi titik balik bagi Cremonese.
Tantangan Berat Melawan Inter Milan
Ujian berikutnya bagi Cremonese adalah menjamu Inter Milan di Stadion Giovanni Zini. Inter datang sebagai pemuncak klasemen dan favorit kuat peraih Scudetto musim ini. Secara kualitas dan performa, Nerazzurri jelas lebih diunggulkan.
Namun, laga ini juga bisa menjadi momen pembuktian. Bermain di kandang sendiri memberi motivasi tambahan bagi Emil Audero dan rekan-rekannya untuk tampil lebih berani dan disiplin. Dukungan suporter diharapkan mampu memompa semangat tim. Emil Audero sendiri menunjukkan sikap optimistis.
Melalui media sosial, ia menegaskan pentingnya tetap fokus dan tidak menyerah di masa sulit. Bagi Cremonese, menghadapi Inter Milan bukan sekadar pertandingan berat, melainkan peluang untuk menjadikan tim besar sebagai pelampiasan dan memulai kebangkitan. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballfixedtips.com.
